Senin, 18 Oktober 2010

KENAPA KUPELIHARA JANGGUTKU ???

Segala Puji Hanya Milik Allah Subhaanahu Wata’ala, shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallaahu ‘alaihi Wasallam, wa ba’du.

Mungkin sebagian besar kaum muslimin disekitar kita merasa aneh ketika ada seorang muslim lain yang memelihara janggutnya. Padahal janggut bukanlah sekedar atribut, namun ia merupakan hal-hal yang diperintahkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala dan Rasul-Nya bagi kita kaum muslimin sekalian. Dan untuk lebih jelasnya, marilah sama-sama kita menyimak dan memahami risalah singkat berikut ini.

Semoga Allah Subhaanahu Wata’ala Memberi kekuatan dan kesadaran kepada kita semua untuk melaksanakan dan istiqomah dalam menjalankan ajaran agama-Nya ini.

Kenapa kupelihara janggutku ???

1. karena memelihara janggut adalah sebagian dari fitrah (kesucian) yang disebutkan oleh Rasulullah r. Beliau r bersabda, yang artinya : “Sepuluh perkara dari fitrah ; Memendekkan Kumis, Memanjangkan Janggut, Bersiwak, Menghirup air ke hidung kemudian menghembuskannya, Memotong kuku, Membasuh ruas jari, Mencabut bulu ketiak, Mencukur bulu kemaluan, Istinja’ (bersuci) dan Berkumur”. [HR. Muslim]

2. karena memelihara janggut merupakan salah satu langkah menyelisihi orang-orang musyrik. Rasulullah r bersabda, yang artinya : “Selisihilah orang-orang musyrik, peliharalah Janggut dan cukurlah Kumis”. [HR. Muslim]. Didalam riwayat lain, dari Abu Umamah t, Rasulullah r bersabda, yang artinya : “Cukurlah kumis kalian, perbanyaklah Janggut kalian dan selisihilah ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani)”. [dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah]

Al Imam An Nawawi Rahimahullah berkata : “Maksud dari sabda Nabi Shalallaahu ‘alaihi Wasallam, “Peliharalah Janggut kalian” adalah ‘Biarkanlah secara utuh, janganlah kalian memotongnya’ Akan tetapi sebagian ulama memberikan dispensasi/keringanan untuk memotong sebagian janggut bagi mereka yang memiliki janggut yang panjang melebihi kepalan tangannya, karena ada riwayat dari Nafi’ t bahwasanya Ibnu Umar t apabila melakukan (tahallul dari) Haji atau Umrah beliau menggenggam janggutnya dan memotong janggut yang melebihi kepalan tangannya”. [HR. Bukhari]. Ini semua dilakukan oleh Ibnu Umar t yang dikenal sebagai orang yang sangat kuat berpegang teguh kepada sunnah dan demikian pula hal ini pernah dilakukan oleh sebagian sahabat Radhiyallahu ‘anhum.

3. karena dengan memelihara janggut, saya telah menjalankan dan mematuhi Perintah Allah Subhaanahu Wata’ala. Dalilnya adalah ketika dua orang utusan Raja Kisra (Kaisar Persia) datang menemui Rasulullah r sedangkan janggut mereka telah dicukur dan kumis mereka dipanjangkan. Ketika mereka menghadap Rasulullah r, Beliau r bersabda, yang artinya, “Celakalah kalian!!! Siapakah yang memerintahkan kalian melakukan hal ini (mencukur Janggut)?” mereka menjawab, “kami telah diperintahkan oleh Tuhan kami (baca; Kisra). Kemudian Rasulullah Shalallaahu “alaihi Wasallam bersabda, “Akan tetapi Rabbku telah memerintahkanku untuk memelihara Janggut dan mencukur kumisku”. [Al Hadits]

4. Karena apabila kita mencukur Janggut, berarti kita telah termasuk melakukan salah satu perbuatan yang diharamkan, yakni merubah ciptaan tanpa seizin-Nya, akan tetapi atas perintah para setan pembangkang.

Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman ketika mengisahkan pernyataan setan yang terkutuk

“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya [*], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya [**]“.Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata”. [QS. An-Nisaa’ : 119]

[*] menurut kepercayaan Arab jahiliyah, binatang-binatang yang akan dipersembahkan kepada patung-patung berhala, haruslah dipotong telinganya lebih dahulu, dan binatang yang seperti ini tidak boleh dikendarai dan tidak dipergunakan lagi, serta harus dilepaskan saja.

[**] merubah ciptaan Allah dapat berarti, mengubah yang diciptakan Allah seperti mengebiri binatang. Dan ada yang mengartikannya dengan merubah-rubah agama Allah.

5. Saya memelihara Janggut, karena dengan memeliharanya, maka saya telah bersuri tauladan kepada para Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan orang-orang shaleh. Bacalah firman Allah Subhaanahu Wata’ala,:

Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku…[QS. Thaha : 94]

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Harun ‘Alaihi Salam memiliki Janggut yang lebat/tebal. Dan didalam Shahih Imam Muslim dari Jabir bin Samuroh t bahwasanya Rasulullah r memiliki Janggut yang tebal dan begitu pula halnya dengan para Khulafaur Rasyidin; Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhum jami’an dan manakala kita membaca buku-buku sejarah Islam dan Biografi para pejuang Islam yang telah berhasil menundukkan bagian barat dan timur belahan bumi ini, tak satupun diantara mereka yang rela mencukur Janggotnya!! Sebagaimana telah disebutkan oleh Syaikh Asy-Syingkithy Hafidzhahullah.

Semoga Allah Subhaanahu Wata’ala senantiasa memberikan keistiqomahan, keteguhan serta kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. Amin.

!!! Semoga bermanfaat
Oleh : Abu Abdillah Ja’far Ath Thayyar
Talkhish dan Terjemah : Al Ust. Zezen Zainal Mursalin, Lc.
sumber: icmkendari.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAZAKUMULLAH KHAIR
YAA.., ATAS KUNJUNGANNYA DAN KOMENTARNYA
I WISH YOU LUCK